Matius
Bab 13:26-32
Perjanjian Baru: Versi Mudah Dibaca
26Gandum itu tumbuh menjadi besar dan mulai berbuah. Dan pada saat yang bersamaan, lalang-lalang juga tumbuh dan mulai kelihatan.
27Para pekerja ladang itu datang kepadanya dan berkata, ‘Tuan, engkau telah menanam benih yang baik. Dari manakah lalang itu datang?’
28Petani itu menjawab, ‘Musuhlah yang menanam lalang itu.’Hamba-hamba itu bertanya lagi, ‘Apakah engkau mau supaya kami mencabut lalang-lalang itu sekarang?’
29Petani itu menjawab, ‘Tidak, karena jika kamu mencabut lalangnya, mungkin gandumnya akan tercabut juga.
30Biarkanlah gandum dan lalang itu tumbuh bersama-sama sampai tiba waktu panen. Pada saat panen nanti aku akan berkata kepada para pekerja: Kumpulkan lalangnya lebih dahulu, ikat, kemudian bakar. Sesudah itu kumpulkan gandumnya dan simpan di gudangku.’
31Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan yang lain, Kerajaan Allah seperti biji sesawi. Seseorang menanam biji sesawi di kebunnya.
32Biji itu sangat kecil dan tidak ada biji lain yang lebih kecil daripada biji sesawi. Biji itu tumbuh dan menjadi tanaman yang terbesar dari semua tanaman kebun. Tumbuhan itu menjadi pohon yang besar sehingga burung-burung datang dan membuat sarang pada dahan-dahannya.